Ngintip Taman Ghanjaran Trawas Mojokerto, Parkir per Hari Tembus Rp 10 Juta

Bakal dilengkapi tempat wisata Waterpark

Slider

Desa Ketapanrame, Trawas, Mojokerto membuat gebrakan yang luar biasa, dengan menyulap tanah aset desa (ganjaran) menjadi sebuah taman sekaligus tempat wisata bagi masyarakat.

Dari pantauan suaramojokerto.com, area ini diberi nama “Taman Ghanjaran” yang di dalamnya berupa tempat nongkrong, selfie dan pusat kuliner. Di area ini juga digelar Car Free Day dan disewakan untuk event dan menjadi tempat hiburan rakyat.

Taman Ghanjaran berlokasi di jalan utama Trawas menuju Tretes Pasuruhan dengan luas mencapai 2,8 hektare. Pengunjung bisa menikmati suasana santai, penuh bunga dan dinginnya udara trawas, serta didukung pemandangan pegunungan yang indah.

Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin mengatakan, untuk masuk taman Ghanjaran, pengunjung memang tidak dipungut biaya, cukup membayar biaya parkir sebesar 2 ribu untuk roda dua dan 5 ribu untuk empat. “Kalau pas ada event Sabtu dan Minggu pendapatan parkirnya mencapai Rp 10 juta per hari, kalau hari biasa sekitar 1,5 sampai 2 juta per hari,” ungkapnya.

Baca Juga :  Inilho..Progres Proyek Wisata Ubalan Pacet Mojokerto

Selain pendapatan dari sektor parkir, pihak desa juga mendapat biaya sewa stand foodcourt dan sewa area untuk pertunjukan. “Kalau dulu saat disewakan untuk pertanian per tahun dapat Rp 15 juta, tapi sekarang satu bulan sudah jauh melebihi angka itu,” terangnya.

Zainul juga mengatakan, rencananya ke depan Taman Ghanjaran akan dilengkapi dengan wisata Waterpark, karena masih ada lahan kosong di bagian belakang taman. “Pembangunan taman ini masih tahap awal dengan dana bantuan keuangan (BK) desa sebesar Rp 5 miliar, nanti akan kita kembangkan lagi,” tambahnya.

Sementara Pungkasiadi, Wakil Bupati Mojokerto saat meresmikan Taman Ghanjaran mengatakan, dana BK desa ini merupakan pengungkit agar desa bisa kreatif mengembangkan potensinya. “Kita akan mengungkit semua potensi desa-desa dengan memberi BK Desa. Nah daya ungkit ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk berkreasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Pungkasiadi.(sma/udi)