Musim Jeruk Berbuah, Wisata Petik Jeruk di Mojokerto Langsung Dibuka

Mojokerto salah satu daerah yang menyimpan banyak wisata, mulai dari wisata alam, religi dan budaya. Namun, selain itu juga ada wisata yang cukup di gandrungi pengunjung saat ini yakni “Kebun Petik Jeruk” yang berlokasi di Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, awalnya banyak sawah di Desa Jrambe yang ditanami padi. Namun, petani merubahnya menjadi wisata kebun petik jeruk. Dalam satu Desa ini, lebih dari 5 Kebun Petik Jeruk telah dibuka.

Wisata Kebun Petik Jeruk ini selalu ramai didatangi pengunjung ketika liburan. Rata-rata sudah dibuka sejak pagi sampai petang. Setiap kebun memiliki penanda sendiri yang digunakan untuk menarik pengunjung.

Meski tempat Kebun satu dengan yang lain cukup dekat, namun tidak membuat munculnya persaingan tidak sehat antar petani. Seperti Wisata Petik Jeruk milik Maya, yang sudah setahun terakhir ini buka dan dikunjungi banyak orang.

Menurutnya, waktu buka kebun petik jeruk ini juga bergiliran. “Memang di desa ini rata-rata tanam jeruk, makanya itu biasanya dilakukan giliran buat buka kebunnya biar pengunjungnya sama-sama,” jelasnya.

Kata Maya, tidak hanya datang dari Mojokerto, pengunjung juga dari luar kota seperti Lamongan, Sidoarjo, dan lain-lain. “Banyak yang kesini malah kebanyakan dari luar kota. Kita mulainya sudah lama. Soalnya pohon jeruk itu siap petik ketika usianya 3 tahun, batangnya udah kuat,” terangnya.

Berita Terkait :  Dibuka Gratis, Ubalan Water Park Mojokerto Diserbu Ribuan Pengunjung

Wisata Kebun Petik Jeruk ini juga tidak setiap waktu dibuka. Tergantung jumlah jeruk yang siap petik di kebun. Estimasi waktunya juga sekitar 2 sampai 3 bulan. “Yang pasti yakni saat libur sekolah, wisata ini pasti dibuka,” tandasnya.

Para pengunjung tidak perlu kawatir, karena untuk bisa masuk kesana juga terjangkau dan murah. Harga setiap Kebun petik jeruk yang ada di Desa Jrambe sama, yakni Rp 5 ribu untuk tiket masuk. Sehingga pengunjung bisa sepuasnya makan jeruk di kebun. Sedangkan bagi yang akan membawa pulang, cukup mengeluarkan uang Rp 10 ribu perkilonya .

Ana, salah satu pengunjung mengatakan, ini merupakan kali pertamanya dan keluarga untuk merasakan sensai makan buah jeruk di kebunnya langsung. “Seru ini, sekalian mengajak anak biar pernah makan jeruk langsung dari pohonnya,” jelasnya. (sma/adm)

Baca juga :