Lagi, Warga di Mojokerto Temukan Struktur Batu Bata Kuno Peninggalan Majapahit

Warga Dusun Sumberejo, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto temukan tumpukan batu bata kuno yang diduga peninggalan kerjaan Majapahit. Hal itu dilakukan saat menggali saluran air.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, tumpukan batu bata kuno ditemukan kali pertama oleh Samin (56) disamping rumahnya, saat menggali saluran air pembuangan kamar mandi, pada Minggu lalu (11/8/2019).

Erna (29) menantu Samin mengatakan, mertuanya tidak menyangka jika tumpukan batu-bata kuno disamping rumahnya merupakan situs peninggalan zaman Majapahit.

” Kemarin itu, bapak menggali tanah untuk saluran got kamar mandi. Namun secara tidak di sengaja saat mencangkul menemukan tumpukan batu bata kuno di lahan kosong disamping rumahnya,” katanya. Selasa (13/08/19).

Menurutnya, sebelum ditemukan tumpukan batu bata kuno disamping rumahnya, dulu juga pernah ditemukan disekitar rumahnya. Namun pada saat itu dikira hanya batu bata biasa akhirnya dibiarkan.

” Dulu pernah nemu juga tapi dikira hanya batu bata biasa, karena ini bentuknya beda dengan pada umumnya, mulai dari bentuk panjang dan lebarnya. Akhirnya bapak membiarkannya, khawatir ada apa-apa sebab banyak warga yang mengatakan ini adalah batu bata pada jaman Majapahit,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kurang Menarik, Situs Batu Bata Kuno di Mojokerto Ini Diserahkan ke Pemkab

Erna juga mengatakan, rata-rata tumpukan batu bata yang ditemukan memliki ukuran 31 x 21 x 6 cm, jika dibandingkan dengan batu bata yang banyak ditemukan panjang dan lebarnya sangat berbeda.

Sementara itu, Rejo Salmani (69) seorang warga sekitar mengatakan, di Desa Brayublandong beberapa kali warga menemukan benda-benda aneh. ” Kayak pecahan guci dan benda-benda lain, termasuk koin kuno itu sering ditemukan di wilayah sini. Termasuk dilokasi yang ditemukan saat ini tepat di belakangnya dulu pernah ditemukan,” terangnya.

Terkait penemuan struktur batu bata kuno ini, Wicaksono Dwi Nugroho, Arkeolog BPCB Jatim mengatakan, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) melakukan peninjauan dilokasi penemuan. ” Kesimpulannya menunggu, ini kita masih melakukan pengukuran dan peninjauan dilokasi,” pungkasnya . (adm/ats)

Baca juga :