Terungkap, Mayat Mengambang di Sungai Prajurit Kulon Mojokerto Ternyata Seorang Janda

Polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas mayat perempuan yang ditemukan mengambang di sungai Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Senin sore (01/07/9).

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, pihak kepolisian memastikan jika korban merupakan seorang janda asal Lingkungan Cakarayam, Kota Mojokerto.

Kompol Hadi Suryo, Kapolsek Prajurit Kulon mengatakan, identitas mayat wanita yang ditemukan warga Prajurit kulon dipastikan bernama Kasih (55), warga Lingkungan Cakarayam Baru RT 7, RW 3, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Menurutnya, identitas korban terungkap, berawal saat dirinya mengirim foto wajah korban kepada anggotanya bernama Bripka Sumarmin yang menjadi Bhabinkamtibmas di Kelurahan Mentikan. ” Sehari-hari korban mencari nafkah dengan menjadi pengemis,” ujarnya.

Kata Hadi, sebelum identitas terungkap, korban sempat dilakukan sidik jari oleh petugas dengan alat Mambis, namun hasilnya tidak ada. ” Mungkin belum rekaman E-KTP, sehingga tidak muncul. Kemudian saya kirim foto korban ke anggota saya supaya dicek, ternyata anggota saya mengenali korban adalah Kasih,” tandasnya.

Masih kata Hadi, Kasih merupakan janda yang mempunyai dua anak yakni Eko Mariadi (25) dan Sugeng Prayitno (24). Keluarga ini tinggal di kawasan eks lokalisasi Balongcangkring.

Berita Terkait :  Check In di Hotel, PNS Pemkot Mojokerto Ditemukam Tewas

Hal itu dikuatkan dengan kedua anaknya yang datang ke kamar jenazah RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto untuk mengidentifikasi jenasah Kasih. “Kedua anaknya telah mengidentifikasi mayat dan memastikan korban adalah Kasih, ibu mereka,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan kedua anaknya, jika korban meninggalkan rumahnya tanpa pamit kepada Sugeng sekitar pukul 11.00 WIB. Sekitar 5 jam setelahnya, korban ditemukan meninggal dengan kondisi mengambang di sungai Prajurit Kulon.

Hadi juga mengatakan, dari hasil visum luar, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Luka lecet pada punggung kiri korban diperkirakan akibat terbentur jembatan rel KA, saat korban tercebur ke sungai Prajuritkulon. Jembatan itu hanya sekitar 10 meter di sebelah selatan lokasi penemuan korban.

“Keluarga sudah menerima kematian korban murni musibah, bisa kecelakaan atau bunuh diri. Saat ini keluarga proses membuat penyataaan. Setelah itu jenazah kami serahkan kepada keluarganya,” pungkasnya. (adm/ats)

Baca juga :