BNNK Mojokerto Sebut Ada Calon Kades di Jombang Jadi TO Kasus Narkoba

Pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Jombang bakal digelar pada hari Senin 4 November 2019. Semua calon kepala desa juga sudah diwajibkan mengikuti serangkaian tes kesehatan termasuk tea urin.

Namun sayangnya, tes urin cakades di Jombang ini tidak melibatkan BNNK maupun pihak kepolisian. Padahal, ada cakades yang diduga sebagai pengguna narkoba aktif bahkan menjadi target operasi (TO).

AKBP Suharsi, Kepala BNNK Mojokerto mengatakan, seharusnya saat tes urin, pemerintah melibatkan BNNK bersama Satresnarkoba Polres Jombang.

“Sangat kita sayangkan, kenapa saat itu tes urine calon kepala Desa tidak dilibatkan. Padahal ada calon yang kita curigai terindikasi melakukan penyalahgunaan Narkotika,” ungkapnya, saat melakukan tes urine bebas Narkoba pejabat Struktural Pemkab Jombang, Senin (28/10/2019).

Suharsi juga mengatakan, dari hasil penyelidikan, calon tersebut aktif mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu. Bahkan, mengajak teman-temannya untuk mengkonsumsi narkoba. “Sudah kami TO dan sampai saat ini masih belum berhasil kami tangkap,” tambahnya.

Berita Terkait :  Ini Hasil Perolehan Suara Pilkades 12 Desa di Kecamatan Puri

Selain itu, kata Suharsi, penyalahgunaan narkoba di semua daerah mengalami kenaikan, termasuk Jombang yang masuk wilayah kerja BNNK Mojokerto.

“Peredaran Narkotika di Jombang cukup besar. Kami pernah melakukan penangkapan besar di wilayah Jombang, yakni di Tol Joker (Jombang-Mojokerto) dengan barang bukti 1053 butir ekstasi dan 3 ons sabu. Kemudian di Daerah Mojoagung, dengan barang bukti 7 ons sabu,” terangnya.

Sementara Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab berjanji, seteleh pelaksanaan pilkades selesai dan calon terpilih dilantik, akan dilakukan tes urine dengan melibatkan BNNK dan Kepolisian. “Nanti setelah Pilkades, kemudian waktu pelantikan kita akan lakukan tes urine,” kata Mundjidah.

AKP Mochamad Mukid, Kasat Resnarkoba Polres Jombang, menyambut baik rencana pengecekan urine saat pelantikan kepala desa terpilih nanti, untuk mengantisipasi penyalahgunaan Narkotika di kalangan perangkat desa.(sma/udi)

Baca juga :