Disperindag Tampung Usulan Paguyuban PKL Benpas

Sosialisasi, Disperindag gandeng Bappeko

Pemkot Mojokerto secara intens menemui dan berdialog dengan PKL Benpas yang kiosnya ludes terbakar, karena relokasi sementara menjadi skala prioritas dan harus segera dilakukan. Keseriusan penanganan pasca peristiwa kebakaran sentra PKL eks pedagang Alun-Alun itu tampak ketika Disperindag bersama Bappeko mendatangi langsung dan berdialog dengan pedagang.

Harlistyati, Kepala Bappeko ┬ádidampingi Kadisperindag Ruby Hartoyo berkomunikasi langsung dengan kalangan pedagang untuk menampung aspirasi agar proses relokasi tepat guna sekaligus tepat sasaran. “Kita di sini menindak lanjuti rapat koordinasi yang lalu. Kita terus langsung ke lokasi untuk menggali permintaan para pedagang,” ungkap Harlistyati, saat ditemui di lokasi.

Harlis juga mengatakan, Pemkot sudah menyiapkan anggaran sebesar 500 juta untuk relokasi sementara ini, “Semua usulan pedagang kita tampung, termasuk keinginan mereka agar direlokasi di selatan jalan Benpas dekat rel kereta, nanti kita sampaikan ke walikota, termasuk mengenai bantuan permodalan, nanti kita arahkan ke B AZ atau pusyar.” Tambahnya.

Baca Juga :  PKL Benpas Mojokerto pilih Buka Lapak dipinggir Jalan

Ruby Hartoyo, Kepala Disperindag mengatakan, tahapan relokasi sementara PKL akan dimulai bukan Oktober, proses pengerjaannya diperkirakan 1,5 bulan. “Kita ingin relokasi sementara ini cepat terealisasi, makanya kita intens untuk menampung semua masukan dari pedagang, yang paling utama adalah lahan relokasi, karena mereka ingin segera berjualan.” Ungkap Ruby.

Sementara itu, Sokib Azis, Ketua Paguyuban Pedagang meminta Pemkot segera menyiapkan lahan relokasi sementara. “Yang paling mendesak bagi pedagang adalah kepastian tempat relokasi, agar bisa berjualan untuk menghidupi keluarga.” Tandasnya.(sma)