Gerakan Anti Hoax, Siswa SMA-SMK di Mojokerto Diberi Wawasan Kebangsaan

Kampanye Gerakan Cinta Tanah Air

Slider

Pertumbuhan pemuda dan pelajar yang rentan terpengaruh informasi Bohong (Hoax) dan radikalisme serta pengaruh negatif lainnya menjadi atensi Pemkot Mojokerto untuk memberikan wawasan kebangsaan bagi mereka.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Pemkot Mojokerto melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar sarasehan wawasan kebangsaan bagi 100 siswa SMA-SMK se Kota Mojokerto.

Anang Fahruroji, S.Sos, M.Si, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mengatakan, program peningkatan wawasan kebangsaan akan terus diberikan kepada semua lapisan masyarakat agar lebih cinta tanah air. “Hari ini kita gembleng pelajar, besok giliran tokoh masyarakat dan tokoh agama,” ungkapnya.

Anang juga mengatakan, Nara sumber dalam sarasehan wawasan kebangsaan ini diantaranya Danrem 082 CPYJ dan pembicara dari Akademisi. Dengan materi terkait dengan cinta NKRI, Anti Hoax dan Radikalisme. “Kita ingin pelajar menjadi pelajar yang seharusnya, tidak mudah percaya berita bohong, tidak mudah terprovokasi seperti tawuran pelajar, dan mencintai NKRI,” tambahnya.

Sementara Danrem O82 CPYJ, Kolonel Arm Budi Suswanto mengatakan, pondasi wawasan kebangsaan pelajar di Indonesia sebenarnya sudah cukup kuat, sehingga tinggal menanamkan jiwa nasionalisme dalam rangka menjaga NKRI. “Pondasi kita ini sudah cukup kuat, tinggal sikap kita menyampaikan kepada adik-adik tentang menanamkan nilai-nilai Pancasila,” terangnya.

Danrem juga mengatakan, penanaman jiwa nasionalisme ini sangat penting diberikan kepaa pelajar agar menjadi pribadi-pribadi yang cermat dalam menerima berita dan tidak mudah terprovokasi. “Kita ingin mereka tidak menjadi penyebar berita bohong. Namun menjadi pribadi yang cermat dan cinta tanah NKRI,” pungkansya.(sma/udi)