BPBD Mojokerto : Angin Kencang dan Cuaca Panas Penanda Peralihan Musim

Foto : Ilustrasi Cuaca Panas

Sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan akan terjadi pada bulan Desember 2019.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, suhu panas dan angin kencang yang terjadi sejak seminggu lalu termasuk di Mojokerto, telah menandai peralihan musim atau pancaroba.

Zaini, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Mojokerto menyatakan, sesuai prediksi BMKG jika angin kencang terjadi secara merata di Jawa Timur, maka menandakan akan masuknya musim penghujan. ” Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga satu Minggu kedepan,” terangnya, Sabtu (12/10/2019)

Menurutnya, angin kencang di wilayah Mojokerto dalam seminggu ini kecepatannya diperkirakan sampai 30 Km/jam, sedangkan suhu panas mencapai 35 derajat celcius. Kondisi ini karena dampak siklon tropis nangka yang terjadi dikawasan perairan Jepang. Siklon tropis nangka muncul, karena adanya tekanan rendah didaerah Pasifik.

Hal inilah juga bisa digolongkan sebagai musim pancaroba atau peralihan musim. “Ditandai dengan angin kencang, hujan yang datang secara tiba-tiba dalam waktu singkat, puting beliung, udara yang terasa panas, serta arah angin yang tidak teratur. Itu tanda-tandanya akan berganti musim,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Diterjang Angin Kencang, 23 Rumah dan Sekolah di Mojokerto Porak Poranda

Untuk itu masyarakat diminta berhati-hati dan waspada, apalagi saat dalam perjalanan maupun berteduh. ” Masyarakat kita minta tidak berteduh dibawa pohon, terlebih di wilayah Cangar banyak pepohonan ataupun ranting yang mudah patah,” pesannya.

Selain usia pohon yang sudah 20 tahun ke atas, atau pohon tua ditambah akar pohon yang rapuh memincu pohon tumbang. ” Apalagi akhir-akhir ini angin lumayan kencang,”tambahnya.

Zaini juga mengatakan, masyarakat diminta tidak bermain api di saat terik matahari. Seperti membuang puntung rokok sembarangan atau bakar membakar sampah, karena bisa memicu terjadinya kebakaran.

” Seperti kemarin saja, Kamis (11/10/19), sehari terjadi 4 kali kebakaran lahan. Itupun disebabkan kelalaian manusia berawal dari membakar sampah,” pungkasnya. (sma/adm)

Baca juga :